Lima Pemimpin Terbesar Uni Soviet Sepanjang Sejarah

Lima Pemimpin Terbesar Uni Soviet Sepanjang Sejarah

Sejak berdirinya Uni Soviet pada tahun 1922 dan disintegrasi di awal dekade 90-an, Uni Soviet telah dipimpin oleh orang-orang dengan berbagai latar belakang. Namun, tidak semua pemimpin Uni Soviet memiliki pengalaman pemerintahan yang panjang dan menghasilkan berbagai kebijakan yang berdampak bagi Uni Soviet. Tercatat, lima pemimpin Uni Soviet yang terbesar. Tiga pemimpin lainnya, Malenkov (1953), Andropov (1982-1984), dan Chernenko (1984-1985) hanya memiliki masa jabatan yang cukup singkat sebelum menghasilkan sebuah kebijakan besar yang mengubah Uni Soviet.

  1. Vladimir Ilyich Lenin

Vladimir Ilyich Lenin

Vladimir Lenin

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_183-71043-0003,_Wladimir_Iljitsch_Lenin.jpg

Vladimir Ilyich Ulyanov (belakangan mengambil nama Lenin) Lenin dilahirkan di kota Simbirsk pada tanggal 21 April 1870 dari pasangan Ilya Nikolaevich Ulyanov dan Maria Alexandrovna Blank. Ayahnya adalah tokoh lokal yang disegani. Kakak Lenin, Aleksandr dieksekusi karena keterlibatannya dalam usaha pembunuhan Tsar Aleksandr III. Lenin kemudian mengambil studi hukum di Universitas Kazan pada tahun 1887. Ia kemudian berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 1892 dan menjadi asisten pengacara di kota Samara pada awal karirnya.

Ketertarikan Lenin terhadap pemikiran kiri dimulai saat ia kuliah, kala itu ia sangat tertarik dengan pemikiran Karl Marx melalui bukunya, Das Kapital. Pada tahun 1893, ia pindah ke St. Petersburg  dan ikut dengan kelompok radikal Marxis dan menjadi tokoh dalam Liga Perjuangan Kesetaraan Kelas Buruh. Ia kemudian ditangkap dan dikirim ke Siberia karena sikapnya yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Ia kemudian mengasingkan diri ke Swiss, lalu kemudian ke Jerman. Di Jeman, ia menjadi salah satu editor dalam koran Iskra, subuah koran beraliran Marxis. Pada saat Kongres Partai Buruh Demokra Sosial Rusia yang kedua berlangsung terjadi perpecahan dimana ada perdebatan menenai struktur partai antara Lenin dan Martov. Partai ini pun kemudian terbagi menjadi dua kelompok yaitu; Bolshevik, yang dipimpin oleh Lenin dan Menshevik yangg dipimpin oleh Martov.

Setelah Revolusi Februari pada tahun 1917 yang menurunkan Tsar Nikolai II, pemerintahan Rusia kala itu dipimpin oleh pemerintahan sementara. Lenin yang mendengar kabar turunnnya Tsar, langsung mengeluarkan ”Tesis April” yang intinya memerintahkan kaum Bolshevik untuk mengambil alih pemerintahan dan menciptakan pemerintahan sosialis. Revolusi Oktober yang dimotori kaum Bolshevik pun akhirnya berhasil mengambilalih pemerintahan. Namun, pemerintahan Bolshevik masih harus berhadapan dengan para anti-bolshevik dan terjadilah perang saudara hingga tahun 1922. Pada tahun 1922, perang saudara berhasil diredam dan Uni Soviet resmi berdiri dan Vladimir Lenin menjadi pemimpinnya.

Selama masa pemerintahannya, Uni Soviet masih dalam proses pemulihan pasca perang saudara. Oleh karenanya ia mengeluarkan sebuah kebijakan ekonomi yang disebut sebagai New Economic Policy (Kebijakan Ekonomi Baru) untuk merevitalisasi ekonomi dan meningkatkan produksi pangan. Lenin kemudian mengakhiri pemerintahannya karena meninggal dunia pada tanggal 21 Januri 1924.

  1. Joseph Stalin

Joseph Stalin

Joseph Stalin

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/File:Stalin_Full_Image.jpg

Joseph Stalin (Joseph Vissarionovich Dzughasvili) lahir di kota Gori, Georgia pada tanggal 18 Desember 1878 dari pasangan Besarion Dzughasvili dan Ketevan Geladze. Stalin dilahirkan dalam keluarga yang serba berkecukupan. Ayahnya adalah seorang pengrajin sepatu, dan ibunya adalah seorang pembantu. Stalin kemudian mengambil studi teologinya di Tiflis.  Namun, ternyata ia lebih tertarik terhadap ajaran Karl Marx.

Pada tahun 1899, ia bergabung dengan Partai Buruh Demokrat Sosialis Rusia. Saat ia menjadi akuntan. Dia menyebarkan propaganda Marxis dan pernah ditangkap kepolisian. Ia kemudian dikirim ke Siberia karena mengorganisasi massa untuk berdemonstrasi pada tahun 1902 di Batumi. Ia kemudian melarikan diri dan berhasil kembali ke Georgia pada tahun 1904. Saat Partai Buruh Demokrat Sosialis Rusia terpecah, ia memuskan untuk ikut terhadap Bolshevik dan dianggap menjadi pengikut Lenin yang setia. Pada tahun 1908, Stalin kembali ditangkap oleh kepolisian karena akivitas bawahtanahnya. Ia kemudian bebas pada tahun 1917. Sesudah revolusi oktober, Stalin berhasil mendapatkan jabatan penting dalam pemeritahan Soviet. Ia menjadi salah satu anggota Politbiro. Pada tahun 1922, ia diangkat menjadi Sekretaris Umum Partai Komunis Uni Soviet dan memberikannya kontrol lebih untuk mempersiapkan tahtanya. Sesudah kematian Lenin pada tahun 1924 berhasil mengambilalih kekuasaan dan pelan-pelan menyingkirkan seluruh pesaingnya terutama, Leon Trotsky.

Pada masa pemerintahannya, Stalin menganggap NEP tidak sesuai dengan ajaran komunis. Oleh karenanya, ia menghapus kebijakan tersebut dan memulai program ekonomi ambisius lima tahunan. Stalin menghrapkan adanya pertumbuhan produksi pangan dan industrialisasi di Uni Soviet. Namun, pada faktanya kebijakan ini hanya mengutamakan kuantitas bukan kualitas. Selain itu, Stalin juga membatasi kepemilikan pribadi dan memulai program kolektivisasi Pertanian yang semakin menyesengsarakan rakyat. Dalam kebijakan dalam negeri, Stalin berhasil menciptakan teror di dalam masyarakat melalui polisis rahasianya. Segala tindakan penentangan terhadap Stalin dianggap sebagai musuh negara. Jutaan orang dibunuh atau dikirim ke Siberia. Stalin juga mengopresi rakyatnya untuk tidak berafiliasi terhadap agama manapun.

Pada masa Perang Dunia kedua, dibawah pimpinan Stalin, Uni Soviet bergabung dengan blok sekutu melawan Jerman setelah invasi Jerman ke Uni Soviet. Uni Soviet berhasil memenangkan perang dan berhasil tiba di Berlin pertama kali dan menduduki gedung parlemen Jerman, Reichstag pada tanggal 30 April 1945. Dalam Kebijakan luar negerinya, Stalin sangat menutup negaranya dari luar pasca perang dunia kedua. Ia bersama denggan negara satelitnya mendirikan Pakta Warsawa, sebuah organisasi Pakta Pertahanan di antara negara-negara blok timur. Joseph Stalin kemudian meninggal pada tanggal 5 Maret 1953.

  1. Nikita Khruschev

Nikita Khruschev

Nikita Khruschev

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_183-B0628-0015-035,_Nikita_S._Chruschtschow.jpg

Nikita Sergeyevich Kruschev lahir di kota Kalinovka, Ukraina pada tanggal 17 April 1894 dari pasangan Sergei Khruschev dan Ksenia Khrusccheva.  Ia lahir di keluarga serba berkecukupan. Pada tahun 1929, Khruschev pindah ke Moskow dan bekerja di Akademi Industri Stalin. Segera setelahnya, ia menjadi pemimpin dari organisasi tersebut. Pada tahun 1938, ia semakin memulai popularitasnya dan menjadi Sekretaris Partai Komunis di Ukraina. Pada masa Perang Dunia kedua, ia diangkat sebagai komisariat politik dan mendapatkan pangkat Letnan-Jenderal. Pada tahun 1949, ia memulai karir nasionalnya dengan diangkat sebagai Seretaris Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet. Setelah kematian Stalin pada tahun 1953, Khruschev berada di pucuk pimpinan partai.

Pada masa pemerintahannya, ia memulai program utamanya, yaitu destalinisasi. Destalinisasi bertujuan untuk menghilangkan kultus Stalin dan ajaran-ajarannya yang dinilai telah menciptakan teror bagai masyarakat Uni Soviet. Destalinisasi dimulai dengan menghilangkan nama-nama Stalin, salah satunya adalah kota Stalingrad yang diubah namanya menjadi Volgograd. Selain itu, Khruschev juga mengurangi pengaruh polisi rahasia. Dalam kebijakan ekonomi, stagnasi ekonomi Uni Soviet dan rendahnya kesejahteraan masyarakat membuat ia memulai program reformasi agraria untuk memekanisasi pertanian, melakukan program “Tanah Perawan” yaitu membuka lahan baru di wilayah Uni Soviet yang luas dan mengganti rencana lima tahunan yang menurutnya terlalu ambisius dengan rencana tujuh tahunan untuk mendongkrak standar ekonomi masyarakat Uni Soviet.

Dalam bidang teknologi, ia memulai invasi teknologi yang dibuktikan dengan program ruang angkasa dengan meluncurkan roket Sputnik I pada tahun 1957 dan disusul dengan pengiriman Yuri Gagarin ke ruang angkasa pada tahun 1961. Dalam kebijakan luar negeri, Khruschev melakukan kebijakan détente untuk mengurangi ketegangan dengan Amerika Serikat dan blokk barat. Namun, hubungan Uni Soviet dan Amerika Serikat kembali tegang saat Krisis Misil Kuba dan Insiden Teluk Babi pada tahun 1962. Pada masa pemerintahannya, juga terjadi perpecahan hubungan dengan Tiongkok. Pada tahun 1964, Khruschev dipecat oleh partai karena dinilai tidak berhasil memimpin Uni Soviet dan secara resmi kekuasaannya selesai. Khruschev meninggal pada tanggal 11 September 1971.

  1. Leonid Brezhnev

Leonid Brezhnev

Leonid Brezhnev

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/File:Leonid_Brezhnev_Portrait_(1).jpg

Leonid Ilyich Brezhnev lahir di kota Kamenskoye, Ukraina pada tanggal 19 Desember 1906 dari pasangan Ilya Yakovlevich Brezhnev dan Natalia Denisovna Mazalova.  Ayahnya adalah seorang pekerja metal. Ia menyelesaikan studi teknik metalurginya di Teknikum Dniprodzherzynsk pada tahun 1935. Dia memulai pekerjaannya sebagai insinyur metalurgi di Ukraina Timur. Dalam karir politiknya, ia ikut dalam organisasi pemuda Partai Komunis Uni Soviet pada tahun 1923 dan ikut bergabung dalam Partai Komunis Uni Soviet kemudian pada tahun 1929.

Pada tahun 1937, Khruschev diangkat menjadi walikota Dniprodzherzynsk. Pada masa Perang Dunia kedua, ia diangkat sebagai komisariat politik. Setelah perang dunia kedua, ia kemudian menjadi pimpinan organisasi partai Dnipropetrov. Pada tahun 1950, ia kemudian dipindahtugaskan untuk memimpin Partai Komunis Moldova. Pada tahun 1952, Brezhnev diangkat menkadi Sekretariat Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet. Brezhnev kemudian dipilh sebagai anggota penuh presidium pada tahun 1957. Mulai tahun 1960, Brezhnev memimpin presidium Partai Komunis Uni Soviet.

Pada tahun 1964, setelah pemecatan Khruscchev, Leonid Brezhnev kemudian menngantikan Khruschev sebagai Sekretaris Pertama Partai Komunis Uni Soviet. Ia berbagi kekuasaannya dengan perdana menterinya, Aleksey Kosygin dan Nikolai Podgorny sebagai pimpinan negara. Pada tahun 1977, ia menyingkirkan Podgorny dan resmi menjadi pemimpin partai sekaligus pemimpin negara.

Dimasa pemerintahannya, Brezhnev yang merupakan seorang Stalinis mencabut program Destalinisasi Khruschev dan sebaliknya, ia melakukan Dekhruschevisasi. Ia berkeinginan untuk menerapkan Stalinisme tanpa teror di dalam masyarakata Uni Soviet. Konseskuensinya sangat berpengaruh terhadap berbagai kebijakan yang nantinya diambil oleh Brezhnev. Dalam segi pemerintahan sebagai konsekuensi dari ajaran Stalinis, ia melakukan kontrol ketat atas partai dan menciptakan kediktatoran baru. Selain itu, ia menggalakkan propaganda dalam masyarakat Uni Soviet. Ia juga melakukan amandemen konstitusi Uni Soviet menjadi Konstitusi Uni Soviet 1977. Dalam kebijakan ekonomi, ia menerapkan ekonomi terpusat dan menghapus desentralisasi ala Khruschev yang nantinya menyebabkan terlalu terpusatnya perekonomian dan tidak mengubah Uni Soviet yang tetap menghadapai stagnasi ekonomi. Dalam kebijakan luar negeri, ia masih meneruskan politik detente dan menandatangani berbagai perjanjian pembatasan senjata strategis. Salah satunya adalah SALT (Strategic Arms Limitation Treaty) untuk menjaga perdamaian dunia. Selain itu, ia juga mengeluarkan Doktrin Brezhnev untuk menjaga legitimasi Uni Soviet di Eropa Timur. Leonid Brezhnev kemudian meninggal pada tanggal 10 November 1982 dan mengakhiri masa jabataannya.

  1. Mikhail Gorbachev

Mikhail Gorbachev

Mikhail Gorbachev

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/File:Gorbachev_(cropped).png

Mikhail Gorbachev lahir pada tanggal 2 Maret 1931 di Privolnoye. Pada tahun 1946, Gorbachev mengikuti organisasi muda komunis Uni Soviet, Komsomol. Ia kemudain mendapatkan medali dari pemerintah dua tahun kemudian atas kerja kerasnya di bidang pertanian. Pada tahun 1950, Gorbachev kemudian mengambil studi hukum di Universitas Negeri Moskow. Pada tahun 1952, Gorbachev berhasil mendapatkan keanggotaan penuh.

Pada tahun 1956, karir Gorbachev semakin menanjak saat ia secara resmi menjabat sebagai sekretaris Komsoomol di Satvropol, Pada tahun 1962, Gorbachev kemudian dipindahtugaskan ke Partai Komunis Uni Soviet di Stavropol yang mengurusi bidang pertanian dan perkebunan. Pada bulan April 1970, atas rekomendasi dari Brezhnev, Gorbachev diangkat menjadi Sekretaris Partai Komunis Uni Soviet wilayah Stavropol.

Pada tahun 1978, Gorbachev kemudian segera mendapatkan posisi di pengurus pusat Partai Komunis Uni Soviet sebagai sekretaris Central Committee. Pada bulan November 1980, Gorbachev menjadi salah satu anggota politburo.  Setelah kematian Chernenko di tahun 1985, Gorbachev kemudian diangkat sebagai pemimpin Uni Soviet pada tanggal 11 Maret 1985. Gorbachev kemudian mengeluarkan kebijakan kontroversialnya yang disebut sebagai glasnost (keterbukaan) di dalam media massa dan pemerintahan. perestroika (restrukturisasi) masyarakat dan ekonomi. Kebijakan ini kemudian disusul dengan demokratizatsiia (demokratisasi) pada pemerintahan Uni Soviet. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat Uni Soviet bangkit, namun ternyata kebijakan ini pada akhirnya berujung pada proses disintegrasi di Uni Soviet.

One thought on “Lima Pemimpin Terbesar Uni Soviet Sepanjang Sejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published.