Apa Untungnya Belajar Sejarah?

Photo by Giammarco on Unsplash

Kebanyakan orang beranggapan kalau belajar sejarah adalah sesuatu yang membosankan dan tidak ada untungnya. Cerita sejarah sering digunakan oleh para siswa disekolah sebagai dongeng pengantar tidur. Walaupun dinilai membosankan tapi sebenarnya sejarah itu ngajarin banyak hal buat mereka yang mau tahu dan mengerti apa maksud dari cerita-cerita yang disampaikan. Setidaknya ada sekitar 10 alasan kenapa kalian harus banget belajar sejarah.

  1. Sadar kalau pengalaman adalah gurunya guru

Udah gak perlu dijelasin lagi kalau pengalaman itu guru paling bijak. Sebijak-bijaknya master shifu masih lebih bijak pengalaman. Buat kalian yang cita-citanya jadi diplomat harus banyak-banyak deh belajar dari sejarah. Biar kalau mau ambil keputusan untuk menyelamatkan negara referensinya banyak dan yang paling penting nyari contoh kejadian sejenis dari peristiwa sejarah. Contohnya peristiwa perang dunia, banyak tuh yang bisa diambil salah satunya kasus Hitler yang benci sama orang Yahudi, ini udah ngebuktiin kalau politik yang mengedepankan rasisme terhadap golongan tertentu adalah hal yang buang-buang waktu dan tenaga.

     2. Paham bahwa waktu adalah uang tapi uang tidak bisa membeli waktu

Gak kebayang deh kalau waktu itu Wikana dan golongan muda lainnya gak maksa Soekarno buat cepet-cepet merdeka. Udah pasti kita dijajah lagi deh tuh sama sekutu. Waktu kita udah proklamasi aja kita masih diserang dengan alasan aksi polisionil atau yang kita kenal dengan istilah agresi militer. Belajar sejarah memang mengajarkan kita tentang pentingnya konsep waktu. Dikehidupan sehari-hari aja kita anti banget sama yang namanya terlambat. Contohnya terlambat sekolah ya hukumannya di drop out, terlambat kerja ya dipecat, terlambat jemput doi ya diputusin hahahaha.

    3. Gabisa dibohongin sama orang lain

Belajar sejarah sama aja kaya dengerin orang lain ngomong, gak bisa tuh yang namanya “take it for granted”. Harus baca banyak sumber dulu baru deh bisa percaya kalau peristiwa sejarah yang kita baca itu benar terjadi. Waktu Jepang menyerah kepada sekutu, golongan muda sampe bela-bela in dateng ke stasiun radio tentara Jepang untuk memastikan bahwa Jepang benar menyerah, padahal yang memberitahu golongan muda pertama kali adalah kawan seperjuangannya yaitu Sjahrir. Bukannya tidak percaya sama Sjahrir, tapi memang suatu kabar harus dicek kebenaranya. Sama aja waktu kita ada di group whatsapp keluarga. Pas nerima berita jangan langsung disebarin. Cek dulu bener gak tuh beritanya, jangan-jangan kalian sedang dijadiin agen penyebar hoax atau berita bohong. Kalau sampe bener berita hoax bisa gawat deh tuh perkaranya.

 

Baca juga: Negara-Negara Muda di Dunia yang Lahir di Abad ke-21

 

   4. Mengerti kalau kejayaan tidak dibuat dalam satu malam

Mental praktis adalah musuh untuk orang-orang yang belajar sejarah. Orang-orang yang belajar sejarah itu tau kalau sebuah hal yang luar biasa harus dipersiapkan secara matang. Sebut saja keluarga terkaya di dunia yaitu Rockefeller. Berawal dari Jhon Davidson Rockefeller sebagai seorang anak dari pengelola perkebunan dan memiliki kemampuan dalam manajemen bisnis, dia berniat mengelola bisnis pertambangan minyak kecil. Bisnis minyak ini berkembang seiring dengan telaten dan disiplinnya Rockefeller mengumpulkan uang dan membeli tambang minyak milik saingan-saingannya yang sudah mau bangkrut. Tidak disangka minyak menjadi komoditi penting seiring dengan masuknya dunia dalam revolusi Industri. Bisnis minyak Rockefeller menjadi gurita bisnis yang menghancurkan saingan-saingannya bahkan presiden Amerika saat itu sampai harus mengeluarkan Sherman Anti-Trust Act untuk menghindari gurita monopoli Rockefeller menguasai seluruh Amerika. Buat kalian yang mau jadi orang kaya harus banyak belajar sejarah nih.

   5. Punya pikiran yang kreatif

Buat kalian yang udah punya ancang-ancang buat buka usaha sendiri,  jadi content creator, atau mungkin jadi youtuber. Punya banyak ide dan wawasan adalah syarat wajib yang gabisa ditawar-tawar. Belajar sejarah akan memperkaya pengetahuan kalian didalam berbagai hal,contohnya mulai dari belajar sejarah politik, sejarah bisnis, sejarah otomotif , sejarah kuliner sampai ke sejarah teknologi akan memperkaya wawasan kalian dan kalian akan menjadi orang-orang yang kreatif karena punya banyak referensi dalam berkarya. Kalau ga percaya tanya aja sama Bapak Bangsa kita, mereka harus punya cara kreatif untuk melawan penjajah tanpa harus menimbulkan banyak korban jiwa karena mereka sadar kalau Indonesia saat itu masih belum siap untuk perang secara terbuka melawan penjajah. Salah satu tokoh paling kreatif dan cerdik dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan adalah Sjahrir. Sjahrir mampu untuk bernegosiasi dengan Belanda untuk mengesahkan perjanjian Linggarjati yang didalamnya terdapat peluang bagi Indonesia sebagai sebuah negara dan bukan kelompok radikal untuk membuka perwakilannya di luar negeri. Bisa juga kita melihat tokoh seperti Jenderal Soedirman yang memiliki taktik militer cerdik dan kreatif yang mampu membuat penjajah kebingungan untuk menertibkan keamanan wilayah jajahannya.

   6. Tau cara bikin orang nyaman di deket kita

Iya Sejarah itu adalah ilmu tentang manusia dan aktivitasnya. Paham dengan sejarah akan membuat kalian paham tentang manusia. Secara gak langsung kalian belajar cara untuk memperlakukan orang dengan baik. Kalau udah bikin nyaman pasti banyak yang sayang. Contohnya aja Soekarno punya banyak istri, karena memang Soekarno adalah sosok yang karismatik dan membuat banyak orang nyaman didekatnya. Jadi buat kalian yang masih single dan mau dapet pacar belajarlah dari Soekarno dan sejarahnya. Jangan lupa kalau udah punya pacar jadilah pribadi yang setia seperti sifat Soekarno terhadap negaranya.

   7. Tau kalau kesetiaan dan kepercayaan adalah barang mahal

Buat kalian yang sudah pernah sakit hati karena diselingkuhin udah pasti paham gimana rasanya kesetiaan dan kepercayaan adalah barang mahal yang jika sudah rusak sangat sulit untuk diperbaiki. Hal yang sama juga akan kalian pahami dengan belajar sejarah. Contohnya adalah perjuangan mencapai kemerdekaan, Soekarno hanya memilih orang-orang yang dia percaya untuk membantunya memimpin arah perjuangan bangsa. Sangat berbahaya jika orang yang dipilih Soekarno memiliki kecenderungan untuk melakukan pengkhianatan. Begitu juga Jenderal Soedirman dan pasukannya, kondisi beliau yang saat itu sudah sakit paru-paru harus ditandu oleh pasukannya secara bergantian melalui hutan dan lereng bukit yang terjal. Kesetiaan seorang tentara adalah hal yang paling penting untuk dijaga karena dimana ada kesetiaan disana ada kepercayaan yang tergantung. Contoh lainnya adalah Habibie dan Ainun. Habibie dan Ainun adalah contoh kisah tentang kepercayaan dan kesetiaan yang sangat berharga. Ainun adalah sosok yang setia menemani Habibie dalam memimpin Indonesia yang tengah dilanda krisis ekonomi. Habibie pun setia menemani Ainun sampai ke akhir hayat. Kisah cinta dalam sejarah memang sangat indah.

   8. Paham kalau pendidikan adalah investasi yang sangat penting bagi semua orang

Negara kita adalah negara yang dibangun tidak hanya melalui darah dan keringat saja tapi juga negara yang dibangun diatas pemikiran-pemikiran yang mendasar tentang kehidupan dan konsep yang harus dijalankannya. Sumber daya manusia berkualitas bisa tercipta melalui pendidikan. Contoh bahwa pendidikan adalah benda yang berbahaya terjadi saat tahun 1908, Pemerintah kolonial menjalankan politik etis sehingga pendidikan diberikan kepada masyarakat pribumi. Sejak saat itu arah perjuangan Indonesia untuk merdeka jauh lebih tajam dari sebelumnya. Bagaikan senjata makan tuan, Pendidikan berubah dari kebutuhan pemerintah kolonial untuk mendapatkan SDM berkualitas menjadi kaum intelektual yang menginginkan kemerdekaan. Di masa sekarang pendidikan masih menjadi aspek penting dalam memajukan sebuah negara sehingga investasi negara seharusnya lebih besar kepada pendidikan.

   9. Terhindar dari krisis eksistensial

Ini penyakit yang suka menyerang sebagian besar remaja di dunia. Kadang kita suka mempertanyakan kenapa kita itu ada dan kenapa kita itu hidup. Pertanyaan ini Cuma bisa dijawab dari belajar sejarah. Berdasarkan buku yang dibuat oleh Aristoteles, krisis eksistensialis itu terjadi karena kehidupan kita kurang ada maknanya sehingga perlu adanya aksi dari manusia untuk mengemban tanggung jawab terhadap suatu hal agar hidup lebih bermakna, hahaha berat banget ini. Kalau kita mau cari contohnya kita bisa lihat tokoh sejarah seperti Sjahrir yang memiliki prinsip hidup yang luar biasa. Bagi Sjahrir membuat semua orang bahagia dengan memperjuangkan kemerdekaan adalah suatu makna hidup karena bagi Sjahrir seseorang tidak bisa mencapai kebahagiaan sejati saat orang lain disekitarnya tidak merasakan bahagia. Bagi Sjahrir kebahagiaan sejati terwujud saat orang-orang disekitar kita ikut merasakan kebahagiaan yang kita rasakan, sehingga setiap orang harus hidup untuk saling melayani. Sjahrir memilih jalannya untuk melayani orang banyak dengan berjuang meraih kemerdekaan.

   10. Menemukan role model

Pencarian jati diri untuk remaja bisa melalui banyak hal dan salah satunya adalah dengan meniru karakter atau tokoh idola. Sayangnya tidak sedikit karakter atau tokoh idola yang disukai para remaja melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan cenderung merusak. Belajar sejarah menjadikan kalian paham bahwa pahlawan-pahlawan yang ada sebagai tokoh dalam setiap cerita sejarah adalah role model yang baik untuk di contoh. Pahlawan perjuangan kemerdekaan seperti Daan Mogot misalnya. Daan Mogot memiliki karakter yang hampir sama seperti Captain America. Beliau rela berkorban dan selalu berani untuk menyerang musuh-musuhnya sampai masuk kedalam markas. Contohnya adalah saat Daan Mogot harus masuk kedalam markas tentara Jepang untuk melucuti senjata karena Jepang saat itu sudah kalah perang. Bisa juga tokoh sejarah luar negeri seperti Jenderal Mc Arthur yang berani dalam mengemban misi rahasia untuk membombardir kota Hiroshima dan Nagasaki. Saat misi itu dilaksanakan bahkan Mc Arthur sudah berkata kepada para pasukannya bahwa misi ini adalah misi yang berbahaya dan tidak ada jaminan bagi yang masih mau untuk melanjutkan akan kembali dengan selamat.

Sebenarnya masih banyak lagi alasan kenapa kalian harus belajar sejarah dan terlebih sejarah negara kalian sendiri. Yang paling penting saat kalian belajar sejarah adalah kalian paham bahwa kalian sekarang hidup diatas hasil kerja keras, keringat, dan darah para pahlawan kita dimasa lalu yang senantiasa berharap kepada kita untuk mengharumkan nama bangsa di hadapan bangsa lain. Alasan ini akan membuat kalian mengerti bahwa hidup kalian sangat berarti dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Jadi apalagi nih yang kalian ragukan untuk belajar sejarah. Ayo wujudkan generasi melek sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.